Muhammad bin Idris Asy-Syafi`i (Imam Syafi'i) mempunyai dua (periode) ijtihad berbeda, Qaul Qadim dan Qaul Jadid. Yang pertama adalah ketika beliau masih belajar di Madinah dengan Imam Malik, dan yang kedua adalah ketika beliau berada di Baghdad setelah belajar dengan murid-murid Imam Hanafi. Perubahan hasil ijtihad-ijtihadnya selama di Madinah dengan ketika berada di Baghdad disebabkan oleh perkembangan wawasan keilmuannya, faktor lingkungan serta geografis yang berbeda.
Madzhab bisa dikatakan merupakan produk hasil REFLEKSI seorang Imam terhadap agamanya yang disebarkan para murid-muridnya dan di ikuti oleh masyarakat awam, yang berkembang serta terbentuk matang dalam rentang periode tertentu.
Ketika agama adalah objek, madzhab adalah hasil dari observasi terhadap suatu agama yang PASTI tercampur oleh refleksi subjek (Imam) itu sendiri.
Anda berdiri darimana Anda duduk !
