BINGKAI
LUKISAN itu bagus sekali, tetapi tidak berarti selalu cocok untuk semua lukisan.
Kacamata kepunyaanmu membantu penglihatanmu, namun tidak berarti serta-merta
membantu penglihatanku. Seleraku rokok kretek, tak berarti seleramu sama seperti seleraku.
Kita suka terjebak dengan asumsi bahwa cara pandang
kita terhadap hidup ini yang kita pikir adalah sesuatu yang baik, maka pasti
baik pula untuk oranglain. Kita menduga “cara kita menyetir”, – meskipun itu
baik – maka oranglain pun sebaiknya harus menyetir dengan cara seperti itu.
Kita merasa cara kepemimpinan yang berhasil pada masa lalu, maka cara itu pasti
berhasil di masa depan. Kita berpikir, cara mencari rezeki yang relevan di masa
lalu, maka cara itu juga relevan di masa kini. Kita mengira, cara didikan
orangtua kita sewaktu kecil, tentu cocok untuk diterapkan dalam mendidik anak
kita nanti.
Bukankah ‘pakaian’ yang cocok bagi kita, belum
tentu serta-merta cocok dikenakan oleh oranglain?
Berapa banyak orangtua yang memaksakan ‘pakaian’-nya
kepada anak-anaknya, lalu terheran ketika mereka enggan memakainya karena merasa tidak
cocok? Bukankah keberhasilan model demokrasi di suatu negara ternyata ada yang tidak
berhasil diterapkan di negara lain?
Kacamata itu memang cocok dan membantu penglihatan Anda. Tetapi sama
sekali tidak membantu – bahkan memperburuk – penglihatan saya.
Betapapun kedua orang pasien mengidap penyakit yang
sama persis, namun seorang dokter yang arif tetap harus mendiagnosa keduanya dengan
seksama. Siapa tau salah satu dari mereka alergi terhadap sesuatu, seperti tubuh saya yang alergi terhadap jenis antibiotik penicillin.
Guru yang bijak mengetahui betul bahwa
metode mengajar yang cocok terhadap suatu murid, belum tentu cocok diterapkan
terhadap murid yang lain.
Seorang kawan yang terkenal dengan status “playboy kampung
cap duren-tiga” berbagi pengalamannya seputar kisah percintaan dengan semua
mantannya yang recently berjumlah 83. Ia memberi petuah, bahwa “pola PDKT yang sama, tidak dapat diterapkan terhadap tipe karakter
wanita yang berbeda. Kita harus membaca arah angin sebelum menerbangkan layang-layang”.
Ah seandainya ia memberitahuku sejak dulu, mungkin jumlah
mantanku tidak lima... :(

No comments:
Post a Comment