AGAKNYA, Tuhan menciptakan 'sepasang' indera input seperti telinga
dan mata agar kita mampu dan – terutama mau – menerima informasi-informasi dari
berbagai sumber dan versi. Indera-indera input itulah yang pertamakali berjabat
tangan langsung dengan stimulus-stimulus yang membawa informasi. Kita perlu
mendengar lebih banyak serta seksama untuk melihat lebih jelas lagi mendetail
sebelum mengambil suatu kesimpulan.
Kita juga membutuhkan lidah sebagai alat pengenal rasa serta deretan gigi sebagai
pengunyah makanan sebelum kita telan. Dengan menganalogikan informasi sebagai
makanan, katakanlah semisal buah
pisang, amatlah tidak cerdas apalagi bijak - serta agak berbahaya – jika kita
menelan tanpa mengecap atau tanpa mengunyahnya terlebih dahulu.
Bahkan seekor
kucing paling tidak berpendidikan pun tidak pernah melakukan cara makan seperti
itu.
No comments:
Post a Comment