Tuesday, November 27, 2012

SEBELUMNYA


SEBELUMNYA, Adam dan Hawa tinggal di Syurga. Tuhan memperbolehkan mereka menikmati segala makanan yang berlimpah di sana, kecuali ‘mendekati pohon terlarang’ dan memakan buahnya. Mereka pun mentaati-Nya.

Suatu hari Iblis memprovokasi, membisikkan kepada mereka bahwa alasan larangan tersebut adalah karena Tuhan tidak menghendaki mereka menjadi makhluk abadi, dan siapa pun yang memakan buah tersebut akan menjadi makhluk abadi.

Provokasi Iblis berhasil menggeser persepsi Adam dan Hawa terhadap Tuhannya. Mereka pun kemudian melanggar perintah Tuhan dan memakan ‘buah terlarang’ itu, yang menyebabkan mereka terusir dari Syurga.

Menurut Kristen, dosa mereka tersebut tak di maafkan hingga mereka terusir dari Syurga. Sedangkan menurut Islam, mereka di maafkan setelah Adam dan Hawa menyesali perbuatan mereka dan bertobat. Namun mereka tetap harus tinggal di bumi sesuai tujuan awal Tuhan menciptakan manusia, yakni sebagai Wakil-Nya di bumi.

Agaknya, Iblis mengetahui betul bahwa manusia memiliki sifat mendambakan keabadian, hingga iming-iming itulah yang dijadikan bahan godaannya thd Adam dan Hawa. Bisa jadi, kisah ini memang sudah di setting Tuhan karena Dia Maha Mengetahui sifat dan watak makhluk-makhluk-Nya. Terlepas apakah informasi yang diberikan Iblis benar atau salah, bukan maksud blog ini di tulis.

Saya mengawali sebuah kisah ‘Sepasang Manusia Pertama’ dalam blog ini sekedar ingin memperlihatkan pergeseran persepsi yang berhubungan erat dengan informasi yang diyakini, terlepas benar atau salah informasi tersebut. Beberapa orang mungkin berpikir bahwa dosa pertama Adam dan Hawa adalah memakan ‘buah terlarang’ itu. Beberapa yang lain berpendapat bahwa dosa pertama mereka adalah ‘buruk-sangka’ terhadap Tuhan.

Persepsi mendahului reaksi.

No comments:

Post a Comment