SEBELUMNYA, Adam dan Hawa tinggal di Syurga. Tuhan
memperbolehkan mereka menikmati segala makanan yang berlimpah di sana, kecuali ‘mendekati
pohon terlarang’ dan memakan buahnya. Mereka pun mentaati-Nya.
Suatu hari Iblis memprovokasi, membisikkan kepada mereka bahwa alasan larangan tersebut adalah karena Tuhan tidak menghendaki mereka menjadi makhluk abadi, dan siapa pun yang memakan buah tersebut akan menjadi makhluk abadi.
Suatu hari Iblis memprovokasi, membisikkan kepada mereka bahwa alasan larangan tersebut adalah karena Tuhan tidak menghendaki mereka menjadi makhluk abadi, dan siapa pun yang memakan buah tersebut akan menjadi makhluk abadi.
Provokasi Iblis berhasil menggeser persepsi Adam dan Hawa terhadap
Tuhannya. Mereka pun kemudian melanggar perintah Tuhan dan memakan ‘buah
terlarang’ itu, yang menyebabkan mereka terusir dari Syurga.
Menurut Kristen, dosa mereka tersebut tak di maafkan hingga mereka terusir dari Syurga.
Sedangkan menurut Islam, mereka di maafkan setelah Adam dan Hawa menyesali
perbuatan mereka dan bertobat. Namun mereka tetap harus tinggal di bumi sesuai
tujuan awal Tuhan menciptakan manusia, yakni sebagai Wakil-Nya di bumi.
Agaknya, Iblis mengetahui betul bahwa manusia memiliki sifat
mendambakan keabadian, hingga iming-iming itulah yang dijadikan bahan godaannya
thd Adam
dan Hawa. Bisa jadi, kisah ini memang sudah di setting Tuhan karena Dia Maha
Mengetahui sifat dan watak makhluk-makhluk-Nya. Terlepas
apakah informasi yang
diberikan Iblis benar atau salah, bukan maksud blog ini di tulis.
Saya mengawali sebuah kisah ‘Sepasang Manusia Pertama’ dalam
blog ini sekedar ingin memperlihatkan pergeseran persepsi yang berhubungan erat
dengan informasi yang diyakini, terlepas benar atau salah informasi tersebut.
Beberapa orang mungkin berpikir bahwa dosa pertama Adam dan Hawa adalah memakan
‘buah terlarang’ itu. Beberapa yang lain berpendapat bahwa dosa pertama mereka
adalah ‘buruk-sangka’ terhadap Tuhan.
Persepsi mendahului reaksi.

No comments:
Post a Comment