Wednesday, November 28, 2012

DI TEPI PANTAI


DI TEPI PANTAI, dua orang wanita sedang berdebat tentang warna laut. Wanita pertama mengatakan bahwa air laut berwarna merah. Wanita kedua membantahnya karena ia melihat warna laut adalah kuning. 

Anda tak perlu heran dengan kisah perdebatan fiksi buatan saya. Jelas kedua wanita itu berbeda pendapat karena wanita pertama tengah memakai kacamata berlensa merah, sedangkan wanita kedua memakai kacamata berlensa kuning.

Kemudian datang wanita ketiga yang mengatakan bahwa laut berwarna biru cerah. Wanita tersebut tidak sedang memakai kacamata. Datang pula seorang pria yang membantah ketiga wanita tersebut. Pria itu mengatakan bahwa warna laut adalah hijau. Pria tersebut juga tidak sedang memakai kacamata, sama seperti wanita ketiga. 

Sekali lagi, Anda tidak perlu heran karena pria tersebut adalah orang Minang asli, yang biasa terbalik mengatakan hijau itu biru dan biru itu hijau. J

Lalu datang pria kedua yang mengatakan bahwa ia melihat warna laut itu berwarna ungu. Namun, pria kedua itu tidak yakin dengan kebenaran warna yang dilihatnya itu karena ia menyadari bahwa ia adalah seorang yang buta warna. Pria kedua tsb tidak mendebat meski warna laut yang dilihatnya berbeda dengan keempat orang yang sedang berdebat.



Anda mungkin sepakat dengan wanita ketiga karena umumnya laut terlihat berwarna biru. Mungkin Anda juga pernah sesekali melihat air laut yang terlihat berwarna hijau dan bertanya-tanya apa warna laut sesungguhnya. 

Pada dasarnya, air tidak memiliki warna. Air hanya menyerap cahaya yang kemudian merefleksikannya. Di laut, cara utama air berinteraksi adalah dengan penyerapan cahaya; air menyerap cahaya merah, dan pada tingkat lebih rendah, air juga menyerap cahaya kuning dan hijau, menyebabkan warnanya bisa berubah-ubah tergantung kedalaman dan tempatnya.

 Pada umumnya lautan terlihat berwarna biru, hal ini disebabkan oleh sinar matahari yang bergelombang pendek (sinar biru) dipantulkan lebih banyak dari pada sinar lain.

“Warna biru merupakan warna yang paling tidak diserap oleh air, sehingga air nampak berwarna biru”. Singkatnya, semakin dalam kedalaman laut, semakin ia berwarna kebiruan. Demikian penjelasan para ilmuwan.

No comments:

Post a Comment