BERBAGAI training
“Emotional Quotient (EQ)”, pembentukkan imej adalah priotasnya. Anda hanya akan
diajarkan ‘bagaimana cara agar orang lain menganggap Anda adalah orang baik yang
dapat dipercaya’ alih-alih mengajarkan kepada Anda menjadi pribadi baik yang layak
dipercaya dengan sebenar-benarnya.
Banyak sekali buku-buku psikologi populer menyajikan kita-kiat jitu untuk ‘membentuk persepsi oranglain terhadap diri Anda sesuai dengan apa yang Anda harapkan’, dan bukan untuk membentuk karakter menjadi pribadi yang baik seperti cara para guru agama kita biasanya memberi teladan.
Banyak sekali buku-buku psikologi populer menyajikan kita-kiat jitu untuk ‘membentuk persepsi oranglain terhadap diri Anda sesuai dengan apa yang Anda harapkan’, dan bukan untuk membentuk karakter menjadi pribadi yang baik seperti cara para guru agama kita biasanya memberi teladan.
DR.
Stephen R. Covey mengkritik buku-buku psikologi populer tersebut yang hanya
berorientasi terhadap Etika Kepribadian semata. Dalam bukunya “The 7 Habits of
Highly Effective People” beliau melakukan pendekatan “dari dalam ke luar”, yang memprioritaskan pembentukan karakter diri yang baik.
Terkait atau
tidak, setelah buku fenomenal itu laris-manis, tema EQ cepat membasi dan kini
para psikolog mulai membahas SQ (Spiritual Quotient), mendekati ajaran agama-agama besar.
Ada perbedaan antara persepsi dengan kenyataan. "Persepsi adalah sesuatu yang nyata, namun bukan merupakan kenyataan.", demikian ungkap Edward De Bono. Seperti halnya imej kita tentang pribadi seseorang, belum tentu sesuai dengan watak aslinya.
No comments:
Post a Comment