Wednesday, November 28, 2012

BERBAGAI


BERBAGAI training “Emotional Quotient (EQ)”, pembentukkan imej adalah priotasnya. Anda hanya akan diajarkan ‘bagaimana cara agar orang lain menganggap Anda adalah orang baik yang dapat dipercaya’ alih-alih mengajarkan kepada Anda menjadi pribadi baik yang layak dipercaya dengan sebenar-benarnya. 

Banyak sekali buku-buku psikologi populer menyajikan kita-kiat jitu untuk ‘membentuk persepsi oranglain terhadap diri Anda sesuai dengan apa yang Anda harapkan’, dan bukan untuk membentuk karakter menjadi pribadi yang baik seperti cara para guru agama kita biasanya memberi teladan.

DR. Stephen R. Covey mengkritik buku-buku psikologi populer tersebut yang hanya berorientasi terhadap Etika Kepribadian semata. Dalam bukunya “The 7 Habits of Highly Effective People” beliau melakukan pendekatan “dari dalam ke luar”, yang  memprioritaskan pembentukan karakter diri yang baik. 

Terkait atau tidak, setelah buku fenomenal itu laris-manis, tema EQ cepat membasi dan kini para psikolog mulai membahas SQ (Spiritual Quotient), mendekati ajaran agama-agama besar.

Ada perbedaan antara persepsi dengan kenyataan. "Persepsi adalah sesuatu yang nyata, namun bukan merupakan kenyataan.", demikian ungkap Edward De Bono. Seperti halnya imej kita tentang pribadi seseorang, belum tentu sesuai dengan watak aslinya.

No comments:

Post a Comment