Wednesday, November 28, 2012

ORANGTUA DAN PARA GURU


ORANGTUA DAN PARA GURU kerap mengajarkan cara baik, seperti “lihat kiri dan lihat kanan” ketika hendak menyeberang jalan. Mereka juga mengatakan kepada kita untuk mendengar dari ‘telinga kiri dan kanan’, bentuk ungkapan konotasi agar kita membiasakan mendengar dari berbagai sisi. 

Para ilmuwan menyatakan bahwa ‘otak kanan’ dan ‘otak kiri’ memiliki fungsi berpikir serta cara kerja yang berbeda – bahkan dapat dikatakan bertolak belakang – dalam memproses stimulus-stimulus yang diterimanya. Di butuhkan tesa serta anti-tesa untuk merumuskan sintesa.

Naluri dasar kita sebenarnya mengetahui betul bahwa mendengarkan dari berbagai sumber merupakan sikap bijaksana. Kita pun amat sadar bahwa tidak baik menyimpulkan sesuatu berdasarkan satu sumber informasi semata. Sekiranya satu sumber itu pun benar, setidaknya kita membutuhkan informasi lain untuk membuktikan kebenaran sumber tersebut.

Kita mengetahui dan sepakat tentang semua hal itu. Namun, mengaktualisasikannya tak semudah penyepakatan, jika kita tidak membiasakan diri.

No comments:

Post a Comment