ORANGTUA DAN PARA GURU kerap mengajarkan cara baik, seperti “lihat kiri dan
lihat kanan” ketika hendak menyeberang jalan. Mereka juga mengatakan kepada
kita untuk mendengar dari ‘telinga kiri dan kanan’, bentuk ungkapan konotasi
agar kita membiasakan mendengar dari berbagai sisi.
Para ilmuwan menyatakan
bahwa ‘otak kanan’ dan ‘otak kiri’ memiliki fungsi berpikir serta cara kerja yang
berbeda – bahkan dapat dikatakan bertolak belakang – dalam memproses stimulus-stimulus
yang diterimanya. Di butuhkan tesa serta anti-tesa untuk merumuskan sintesa.
Naluri
dasar kita sebenarnya mengetahui betul bahwa mendengarkan dari berbagai sumber merupakan sikap bijaksana. Kita pun amat sadar bahwa tidak baik
menyimpulkan sesuatu berdasarkan satu sumber informasi semata. Sekiranya satu
sumber itu pun benar, setidaknya kita membutuhkan informasi lain untuk
membuktikan kebenaran sumber tersebut.

No comments:
Post a Comment